DRS.SUDOMO SUNARTO
Mantan Asekwilda I Daerah Istimewa Yogyakarta
Pada era otonomi daerah ini, kesempatan bagi daerah untuk mengembangkan diri terbuka lebar. Ini menjadi peluang bagi semua daerah untuk bertumbuh secara maksimal. Namun juga merupakan kesempatan bagi setiap daerah untuk memberi kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara secara nasional.
Salah satu kunci kesuksesan daerah adalah memiliki visi dan misi yang tajam dan spesifik. Aplikasi demokrasi prosedural di daerah sebenarnya membuka jalan untuk memunculkan para pemimpin visioner yang unggul. Setiap visi dan misi itu tentunya jangan hanya spesifik untuk kepentingan lokal, namun harus proporsional dan kontributif terhadap pembangunan nasional yang dikembangkan berdasar empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.
Pengalaman saya mengabdi di Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan betapa pentingnya visi misi yang spesifik seperti itu. Pemimpin kami, para pendiri DIY – Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII – adalah tokoh-tokoh yang visioner. Dulu, penjajah Belanda sebenarnya pernah menawari DIY untuk bergabung dengan pemerintah kolonial. Namun karena visi, DIY memilih berkomitmen kepada Republik Indonesia. Karena visi dan konsistensi visi seperti itu maka DIY bisa berhasil dan memberi kontribusi besar bagi RI. Demikian juga setiap daerah di Indonesia, semua pasti mempunyai keunikan, keunggulan, dan kontribusi yang besar bagi kejayaan nusantara.
ANKY LAURENS
Musisi dan Entertainer
Apa yang saya lihat dan rasakan di Yogya menunjukkan bahwa hadirnya musik pop tidak perlu ditakuti. Beberapa orang berpikir sempit kalau merebaknya musik pop akan memusnahkan musik etnik. Kenyataannya, justru musik pop akan mengaktualisasikan kembali musik-musik asli seperti terbukti lewat album “Rijok Kenangan” (pop etnik Dayak) karya Heriyanto Pemangku.
Saya rindu melihat Kubar menjadi sebuah tatanan kehidupan yang beragam namun harmoni. Kehadiran beraneka ragam musik dan bermacam-macam seni kiranya menjadi kekayaan budaya milik bersama. Dan ketika musik disajikan apik lagi menarik pasti akan memberikan hiburan yang menyegarkan sekaligus positif.
Mengenai para seniman, apa saja bidang seninya, kita harus kompak. Kalau perlu dikembangkan semacam jejaring (networking) yang bisa mewadahi kebersamaan. Perlu juga digalang kerjasama antar para seniman sehingga bisa memproduksi karya-karya bersama yang spektakuler. Mengenai kegiatan seperti ini, Pemerintah Daerah sebaiknya memberi dukungan. Bahkan kalau bisa memberikan akses-akses sedemikian rupa sehingga para seniman lokal itu bisa terus berprestasi dan mengorbit sampai ke tataran yang lebih tinggi. Selamat berkarya untuk para seniman Kutai Barat! Sukses!
DAVID SUNAR HANDOKO
Pengusaha, direktur ”Merpati Motor” Yogya
Dengan ini saya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Kutai Barat yang kesepuluh di tanggal 5 bulan 11 tahun 2009. Saya mengharapkan generasi muda Kutai Barat bukan hanya menikmati atau memperingati daerahnya saja tetapi juga lebih memperhatikan akan masa depan. Saya menganjurkan ada lima poin istimewa untuk generasi muda, yang pertama, milikilah visi yang jelas. Kedua, milikilah kemampuan yang berkelas. Ketiga, tekad yang bulat. Keempat, jangan menjadi generasi yang mudah putus asa atau cengeng. Kelima, percaya kalau ini semua didukung dengan doa yang terus-menerus, maka Tuhan kita yang Mahakuasa yang telah menciptakan kita dengan tujuan yang luar biasa niscaya generasi muda Kutai Barat akan menjadi generasi penerus, generasi yang luar biasa yang berprestasi.
Saya juga berharap supaya kehidupan beragama di Kutai Barat berkembang dan bertumbuh harmonis. Meskipun agama dan keyakinan kita berbeda-beda, persatuan dan kesatuan harus tetap dijaga. Kuncinya adalah saling mengasihi satu sama lain. Tuhan memberkati.
PROF. IRWAN ABDULLAH, PH.D
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Foto: Irwan Abdullah (kanan) bersama musisi Anky Laurens dalam acara syukuran malam wisuda Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (27 Oktober 2009). Di tengah kesibukan akademisnya, Prof Irwan rupanya sangat meminati musik, beberapa kali menyanyi bersama Anky Laurens.
Komentar dan apresiasi untuk Album ”Rijok Kenangan” (album musik pop etnik Dayak karya Alius Ngeban dan Heriyanto Pemangku): ”Masa lalu…kadang-kadang tersisa dalam sebuah lagu, kadang hanya mengusik lewat musik…. Hadirnya Rijok Kenangan ini merupakan bukti kreatif dalam memelihara atau menghidupkan masa lalu dan untuk menyadarkan bahwa kita ada…. Ini merupakan gerakan kebudayaan yang niscaya di tengah ancaman kepunahan seni-budaya lokal atau daerah.
WONG BILUNG
Song Writer, Musician, Artist Agency
Saya melihat potensi generasi muda di Kubar khususnya dan di Kalimantan pada umumnya sebenarnya luar biasa. Dalam bidang musik, kita mengenal beberapa musisi menonjol seperti ”Radja” yang terkenal itu. Bukan tidak mungkin akan disusul oleh anak-anak muda Kalimantan lainnya.
Menurut saya, perlu dikembangkan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi yang bisa mewadahi aktivitas-aktivitas seni kaum muda. Kemudian wadah-wadah itu harus bisa mengorbitkan anak-anak muda binaannya. Karena itu sangat perlu bagi kelompok-kelompok itu untuk mempunyai jejaring yang luas secara nasional. Secara pribadi, saya yang di Yogya terbeban untuk ikut membantu memajukan musik kaum muda di Kubar. Untuk kontak ke saya bisa melalui Tim Love Kubar.
HEDDY CHRISTIYONO NUGROHO, S.H., M.H. (cand)
Pengacara, pendiri H2CLS (Hedy-Haryadi Christian Legal Solution)
Saya turut bersukacita dan berbangga dengan semakin berkembangnya Kabupaten Kutai Barat. Supremasi dan reformasi hukum kiranya menjadi salah satu focus pembangunan yang akan membawa peningkatan kualitas kehidupan di segala sector.
Perlu juga diperhatikan perlunya apresiasi atas adat-istiadat dan norma-norma tradisional yang sudah eksis dan dihayati sejak lama. Justru dari budaya lokallah kita akan memperoleh nilai-nilai luhur dan kearifan-kearifan asli yang relevan, sebab gagasan-gagasan modern yang sekilas terasa canggih belum tentu cocok dengan kebutuhan kita.
Mengenai seni dan budaya, sangat penting bagi kita untuk selalu menjaga dan melestarikannya. Pada era persaingan global yang sengit sekarang ini sangat perlu untuk mendaftarkan hak kekayaan intelektual (HKI) dari setiap karya kreatifitas kita. Beberapa waktu silam kita merasa terusik manakala ada bangsa lain mengklaim beberapa karya seni kita. Ironis, bukan? Selama ini kita kurang menghargai budaya sendiri. Baru setelah ada bangsa lain mengklaimnya, kita kebakaran jenggot. Pemerintah dan Pemerintah Daerah harus benar-benar secara proaktif melindungi karya-karya seni-budaya kita.
DRG. HANDOKO
Dokter gigi, pencipta lagu, dan founder Kinik Gigi Dentes
Kesuksesan merupakan hak setiap manusia. Semua orang bisa memperolehnya asalkan konsisten dan kreatif dalam berusaha. Hal itu saya alami sendiri sejak mendirikan Klinik Gigi Dentes. Kami konsisten memberikan pelayanan dari jam 9 pagi sampai jam 9 malam. Berpikir kreatif dalam menciptakan layanan baru, dengan prinsip, “pasien tidak boleh menunggu, dokterlah yang menunggu”. Dentes sampai saat ini dipercaya mampu menjawab tantangan jaman, di mana teknologi kedokteran gigi semakin mahal. Dentes memberikan pelayanan yang tidak mahal dengan kualitas bersaing.
Kesuksesan akan menghampiri orang-orang yang bekerja giat secara profesional. Itulah sebabnya kita harus memiliki SDM yang unggul dengan multi kompetensi yang baik. Dokter misalnya, tak cukup hanya bisa mengusai bidangnya di dunia kedokteran. Ia perlu memiliki kompetensi lain, misalnya di bidang manajemen dan marketing. Dengan demikian, pelayanan dan pekerjaannya bisa berkembang lebih maksimal. Namun, untuk sukses, kita juga harus memiliki satu atau dua bidang spesialisasi yang secara khusus dan mendalam kita kuasai. Ada orang yang bisa banyak hal namun tidak berhasil karena spesialisasinya tidak jelas. Di era persaingan global sekarang, masing-masing harus memiliki keunggulan di bidang-bidang yang bersifat khusus.
Generasi muda, jadilah penggerak! Milikilah semangat yang konsisten dan kreatif demi kemajuan kampung halaman. Selamat dan banggakanlah Kabupaten Kutai Barat. Salam Sukses!
IIN SYAHARANI
Pratisi seni dan music entertainer
Saya bersyukur untuk kemajuan Kabupaten Kutai Barat. Saya berharap generasi mudanya bisa lebih tampil mengemuka di kancah nasional. Karena itu anak-anak muda harus memiliki cita-cita tinggi dan semangat untuk berkarya unggul. Jadilah generasi yang maju yang tidak pernah puas dengan pencapaian-pencapaian yang sudah diperoleh.
Khusus di dunia entertainment, kreativitas adalah kunci keberhasilan. Dalam dunia hingar-bingar ini, banyak pendatang baru. Artinya, persaingan akan bertambah ketat. Untuk bisa memenangkan persaingan, seorang entertainer harus memiliki keunggulan dalam kreativitas. Perlu diingat juga bahwa kreativitas itu tidak selamanya harus ‘modern’. Album “Rijok Kenangan” yang dinyanyikan Livy Laurens dan Heriyanto Pemangku menjadi bukti bahwa ketika musik etnik yang sudah berumur ratusan tahun tetaplah asyik ketika digarap dengan sentuhan kreatif.
FERDINAND EDDY, S.TH.
Rohaniawan, Yogyakarta
Saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Saya merasa bangga atas kemajuan pembangunan di Kubar. Semoga pertumbuhan di berbagai bidang mengalami kemajuan pesat, termasuk perkembangan di bidang seni dan kebudayaan yang merupakan kekayaan tersendiri bagi masyarakat Kubar.
Berbeda dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), kesenian lebih merupakan hasil olah rasa dan ekspresi perasaan manusia. Dengan demikian, sangat berkaitan dengan masalah hati. Jika hati sedang sedih atau pahit, seni yang dihasilkan juga mengekspresikan perasaan itu. Maka lahirlah, misalnya, musik-musik sendu yang melankolis. Jika hati diliputi kemarahan dan benci, lahirlah musik-musik yang bernada memberontak dan melawan. Bahkan ada lagu-lagu yang bersifat amoral dan mengarah pada penyimpangan budaya, misalnya perselingkuhan, itu pun lahir dari hati yang tidak murni.
Sebaliknya, jika hati manusia diterangi Tuhan, maka karya-karya seni yang dihasilkan dan diekspresikannya pastilah positif dan konstruktif. Itulah sebabnya lagu-lagu rohani pasti bersifat membangun, sebab tidak ada ajaran agama yang tidak positif. Demikian juga lagu-lagu daerah yang lahir dari hati yang arif – kearifan lokal – pastilah bersifat membangun. Karena itu marilah kita mengembangkan hati nurani yang bersih yang diterangi Tuhan sehingga melahirkan beragam seni yang konstruktif.
INDAH MAWARHATI
wirahusahawati dari Yogyakarta
Saya mengucapkan selamat ulahtahun ke-10 kepada seluruh masyarakat Kabaten Kutai Barat. Semoga tetap jaya dan makmur seperti yang telah Tuhan berkati. Jangan lupa kejayaan yang sudah dianugerahkan Tuhan jangan membuat kita menjadi sombong. Kita bisa karena Tuhan.
Meskipun saya belum pernah ke Kubar, tetapi saya merasa terinspirasi setelah melihat albym ”Rijok Kenangan” dan sharing dari saudari Livy Laurens tentang pengalamannya melaunching album itu di Kubar. Saya bisa membayangkan dinamika dan juga tantangan kehidupan di sana. Saya pikir perlu ada orang-orang seperti saudari Livy Laurens yang dengan penuh semangat mensosialisasikan kehidupan dan kemajuan Kubar. Adik saya juga bekerja di Kubar di PT. Gunung Bayan, katanya sangat senang bekerja di Kubar.
Saya senang memasak dan mengembangkan bisnis di bidang masakan. Kata orang masakan saya enak. Adik saya bilang kalau saya disuruh memasak di sana. Katanya di sana banyak ikan sebab banyak tambak. Wah, itu bisa dibuat masakan ikan yang lezat-lezat. Semoga suatu saat nanti saya bisa ke Kubar dan bahkan berkarya dalam bidang produk masakan khas di sana.
WISNU
Presenter, aktivis LSM, tinggal di Yogyakarta
Saya merasa bangga dengan Kabupaten Kutai Barat yang walau baru berumur 10 tahun tetapi sudah bertumbuh pesat. Perkembangan di bidang kesenian dan pendidikan juga cukup maju untuk membuka masa depan cerah bagi generasi mudanya.
Saya mendukung kegiatan seni di Kubar. Keunikan budaya lokal pada dasarnya merupakan kekayaan yang tidak terbatas. Hal itu harus terus menerus digali dan dikembangkan. Namun jangan sampai kebanggaan atas budaya lokal itu menjadi sebuah kesombongan daerah karena kita semua merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Justru kelebihan setiap kesenian daerah itu memupuk kebhinekaan budaya nusantara.
Untuk memajukan pembangunan, kiraya setiap daerah bukan hanya menemukan jati diri dan potensi dirinya, namun juga membuka diri bagi orang-orang luar daerah yang ikut terpanggil untuk membangun daerah kita. Sebaliknya, orang-orang luar yang masuk, bekerja, dan berkarya di suatu daerah kiranya juga mempunyai komitmen untuk membangun daerah bersangkutan.
Pembangunan generasi muda mutlak harus dikembangkan lewat jalur pendidikan. Saya melihat komitmen Pemerintah Kubar untuk memajukan pendidika dari tingkat dasar sampai tinggi sangat luar biasa. Pendidikan gratis harus diberikan untuk mereka yang benar-benar tidak mampu. Tetapi jangan semua digratiskan sebab itu menjadi tidak menghargai profesionalitas.
Sebagai aktivis LSM saya banyak mengkritisi (kritik membangun) dalam rangka mendukung Pemerintah yang kinerjanya semakin baik. Saya percaya Kubar dengan kakayaan alamnya yang begitu melimpah pasti akan bisa mengelola segala sumber daya yang ada untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Saya juga berharap para mahasiswa Kubar yang belajar di luar Kalimantan – khususnya di Yogyakarta – untuk berkembang maksimal dan kembali untuk membangun daerahnya.
WAHYU UTAMA
Pelukis, penggerak budaya dan spiritualitas, Pimpinan Jogjakarta Indonesia Nusantara Center Wahyu Utama; Laboratorium Pesona Wisata Dunia
Saya mempunyai visi untuk membangkitkan kembali budaya-budaya nusantara. Sebab, pada masa silam, Indonesia pada dasarnya merupakan pusat-pusat kebudayaan yang luar biasa. Hal itu terbukti dari adanya kerajaan-kerajaan dan raja-raja yang telah berdaulat di berbagai belahan bumi Indonesia. Sekarang, ada beberapa yang masih eksis dan banyak yang tinggal menjadi kenangan. Karena itu saya terpanggil secara khusus untuk menggali dan menumbuhkan kembali kekuatan-kekuatan kultural itu.
Demikian pula saya senang mendengar pembangunan seni dan budaya di Kutai Barat. Pembuatan dan lanching album etnik Dayak seperti yang digarap Livy Laurens bersama Heriyanto Pemangku dan kawan-kawan itu sungguh bagus untuk turut membangun budaya di Kubar. Itu harus dilanjutkan dan kiranya Pemerintah Daerah memberi dukungan secara moral dan finansial.
Dalam rangka pembangunan budaya nusantara itu, saya di Yogyakarta mendirikan Jogjakarta Indoneia Nusantara Center Wahyu Utama yang merupakan Laboratorium Pesona Wisata Dunia atau Laboratorium Kraton Pesona Wisata Wahyu Utama. Kami bergerak dalam bidang seni, khususnya seni lukis. Salah satunya dalah membangun museum lukisan raja-raja nusantara. Kami juga mengembangkan bina wisata nusantara yang membangun pesona kepariwisataan Indonesia.
Ke depan, kami rndu mengadakan kerjasama budaya dengan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi seni budaya yang ada di Kutai Barat. Saya melihat potensi seni dan budaya yang besar sekali dari Kubar. Sama seperti Yogyakarta yang juga merupakan pusat seni dan budaya.
IRAWAN HADI
Seniman lukis, desainer motif batik New Exotic
Sebagai seniman lukis, saya berharap sekali supaya para seniman di Kutai Barat dapat berkarya kreatif secara maksimal di bidang seninya masing-masing. Perlu juga kerjasama intensif antar para seniman. Mereka yang sudah senior dan maju perlu mendukung yang masing pemula.
Dalam perjalanan karir seni saya, sekarang saya mendapat visi untuk turut membangkitkan kesenian batik yang merupakan kesenian khas Indonesia. Sejak itu, disamping terus melukis, saya menjadi disainer motif batik tulis di perusahaan batik tulis New Exotic yang dikelola oleh istri saya sendiri, Barliani.
New Exotic menekankan karya-karya batik tulis yang bersifat natural, unik, dan eksklusif. Karya-karya ini merupakan perpaduan antara seni kontemporer dengan seni klasik. Bahan warna untuk batik itu adalah bersifat tradisional, yaitu dari rempah-rempah alami. Bahan warna alamiah itu terbukti memberikan keunikan tersendiri yang kualitasnya tidak kalah dengan warna dari bahan kimiawi modern. Malahan pewarnaannya sangat unik dan eksotik.
Untuk memajukan seni dan budaya lokal memang diperlukan kreatifitas. Kita juga perlu menggunakan penelitian-penelitian untuk membuat terobosan-terobosan. Yang kami lakukan misalnya, yaitu menggali bahan-bahan tradisional yang bersifat alamiah. Kemudian, kita perlu membangun jejaring yang luas dan memasarkan dengan strategi-strategi pemasaran yang taktis.
Alamat: E-mail: irawan_art@yahoo.com. Website karya lukisan: www.irawan-artgallery.jogja.com. E-mail: new_exotic@yahoo.com. Facebook: dwi_barliani@yahoo.com.
TIMOTIUS AGUS MURYATNO
Mahasiswa STT Getsemani
Saya turut bersyukur atas ulang tahun Kabupaten Kutai Barat yang ke-10. Saya berharap generasi muda Kubar bangkit dan terus maju. Kepada rekan-rekan generasi muda, saya mempunyai beberapa pesan sebagai berikut. Pertama, kesukacitaan masa muda jangan sampai membuat kita terjerumus pada kehidupan yang dikuasai hawa nafsu karena bagaimana pun nanti kita semua akan menghadap pengadilan Tuhan.
Kedua, generasi muda jangan merasa kecil hati dan minder. Di satu sisi, anak-anak muda jangan mengganggap dirinya rendah. Tetapi, di sisi lain, anak-anak muda harus bisa menjadi teladan dalam perkataan dan tingkah lakunya, sebab dengan begitu mereka akan dihargai dan diperhitungkan meskipun masih muda.
Ketiga, generasi muda hendaknya hidup saling mengasihi tanpa membeda-bedakan latar belakang agama, suku, dan ras, dan apa saja yang membedakan di antara kita.
Keempat, generasi muda hendaknya selalu bersemangat. Harus memiliki roh yang menyala-nyala. Kerajinan dan ketekunan harus senantiasa mendorong kita untuk mengejar pertumbuhan dan perkembangan diri. Jangan pernah kendor.
Kelima, generasi muda harus bertindak hati-hati. Jangan sembrono. Jangan asal bertindak dan bersikap. Segala sesuatu harus dipikirkan, direncanakan, dan jangan lupa didoakan. Dengan memohon campur tangan Tuhan maka kehidupan kita akan berhasil.
RAYS’ WAIRATA
Mahasiswa STT Getsemani, asal Ambon
Pertama-tama saya mengucapkan selamat ulah tahun untuk Kabupaten Kutai Barat. Semoga semakin maju. Semoga generasi mudanya semakin giat dan sukses meraih masa depan.
Sebagai sesama generasi muda, kira perlu menyadari bahwa kehidupan di dunia sekarang ini sudah semakin rusak. Orang-orang hanya mencari kesenangannya sendiri. Manusia hidup di dalam kegelapan. Manusia melakukan hal-hal yang jahat. Anak-anak muda pun terjerumus dalam seks bebas, narkoba dan perbuatan-perbuatan menyimpang lainnya yang membuat hidupnya semakin bobrok.
Untuk itu, anak-anak muda yang masih memiliki komitmen untuk hidup benar perlu mendorong rekan-rekan sebayanya supaya memperbaiki hidup mereka juga. Juga para rohaniawan dari berbagai agama harus giat melakukan pembinaan generasi muda, misalnya untuk yang Kristen bisa diadakan KKR-KKR kaum muda. Penjangkauan anak muda harus dilakukan dengan menarik karena minat anak muda pada agama biasanya kurang.
Menurut saya, hal yang sangat perlu ditekankan pada hari-hari ini adalah gaya hidup yang suci atau kudus. Dunia modern dengan teknologi informasi-komunikasi yang canggih sekarang telah memudahkan segala bentuk kenajisan merajalela. Misalnya, hanya dengan Rp. 1000 saja kita dapat nonton pornografi sepuasnya lewat internet. Dan, hal-hal itu sulit dibendung atau dibatasi sehingga penyadaran kesucian hidup untuk anak muda menjadi sangat penting.
Dalam hal agama, minat untuk beribadah, apalagi aktif dalam kegiatan agama biasanya rendah. Anak-anak muda lebih suka datang ke kegiatan-kegiatan sekuler daripada beribadah di masjid atau gereja. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi para rohaniawan untuk menjangkau anak-anak muda.
Alamat e-mail: rayswairata@yahoo.com
AGUS NINKEULA
Mahasiswa STT Getsemani, asal Saparua
Selamat ulangtahun ke-10 untuk Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Dengan semangat kebersamaan kiranya Kubar semakin maju dan semakin luar biasa.
Bagi saya, semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari itu sangat penting. Manusia itu tidak bisa hidup seorang diri tanpa bantuan orang-orang lain atau sesamanya. Kita harus hidup bersama untuk saling membangun, saling mendorong, saling mengasihi. Jangan mementingkan kepentingan diri sendiri.
Kehidupan beragama seharusnya menumbuhkan semangat kebersamaan seperti itu. Pertama, di dalam kelompok agama itu sendiri harus ditumbuhkan semangat kebersamaan. Dalam agama Kristen misalnya, Alkitab mengajarkan supaya umat saling bekerjasama (surat Filipi 2:4-5). Kemudian, kehidupan antar umat beragama juga harus ada kerjasama tanpa mencampuradukkan keyakinan masing-masing. Dengan demikian, kerukunan antar umat beragama akan menjadikan Kutai Barat sebagai kesatuan masyarakat yang harmonis.
Untuk anak-anak muda, waspadailah bahwa pergaulan yang buruk itu bisa merusak kebiasaan yang baik. Sekarang masalah kesucian hidup sudah sangat merosot. Orang bisa mengaku beragama, percaya kepada Tuhan, tekun beribadah dan mempelajari Kitab Suci, tetapi hidupnya tidak suci. Kesucian hidup itu berkaitan dengan pikiran yang suci dan selalu positif. Itulah sebabnya anak-anak muda perlu menjaga diri supaya tidak terjerumus dalam kumpulan pergaulan yang menyesatkan.
Minat generasi muda pada hal-hal rohani juga jangan karena sekedar tertarik pada acaranya. Sebagai contoh adalah kegiatan di gereja. Sekarang saya melihat banyak gereja memakai musik, band, dan acara-acara pertunjukan yang dibuat sangat menarik dengan saya anak muda. Tentunya itu bagus karena kreatif. Tetapi, jangan sampai anak muda mau ke gereja untuk ”nge-band” saja dan bukan untuk beribadah. Kalau fokusnya pada keramaian maka apa bedanya dengan mengikuti pertunjukan-pertunjukan musik duniawi. Ini merupakan tantangan bagi agama-agama untuk memotivasi anak-anak muda supaya hidup dalam kerohanian yang murni.
URBANO DAKOSTA
Mahasiswa STT Getsemani, asal East Timor
Selamat untuk ulang tahun untuk Kabupaten Kutai Barat. Semoga pembangunan di sana semakin maju. Saya mempunyai beberapa pesan untuk menyemangati rekan-rekan generasi muda.
Pertama, generasi muda harus memiliki semangat dan motivasi yang tinggi untuk mengambil bagian dalam usaha pembangunan bangsa kita. Juga untuk membangun tanah kelahiran kita supaya terus berkembang. Sebagai contoh adalah di daerah saya di East Timor, generasi mudanya dituntut untuk harus bersemangat guna membangun daerahnya supaya bisa bersaing dengan daerah-daerah lainnya.
Kedua, pemuda-pemudi harus menjalani kehidupan dengan penuh tanggungjawab. Kegembiraan masa muda jangan sampai membuat kita hidup tidak bertanggungjawab. Sejak muda kita harus bisa menjadi contoh bagi orang-orang lain. Dengan demikian kita akan diperhitungkan.
Ketiga, kemajuan jaman sekarang ini menuntut kita untuk mempunyai pengetahuan yang luas. Generasi muda harus mulai mengembangkan kecakapan di bidang-bidang tertentu. Untuk bisa berhasil di era persaingan global kita harus memiliki keahlian di bidang-bidang tertentu.
Keempat, generasi muda harus hidup beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Saya pikir tidak ada alasan bagi anak muda untuk tidak hidup sungguh-sungguh di dalam bergaama. Kemudaan tidak menjadi hambatan untuk bertumbuh dalam iman. Malahan semangat muda mendorong semangat kerohanian.
Kelima, generasi muda kita harus kuat di dalam ideologi Pancasila. Ideologi Pancasila sebagai dasar negara adalah anugerah Tuhan untuk bangsa Indonesia. Pancasila mempersatukan kita yang berbeda-beda ini.
Keenam, generasi muda harus bisa menjadi pemimpin yang berdiri di depan, menjadi teladan. Seperti ungkapan ing ngarsa sung tuladha, pemimpin harus bisa berjalan di muka dengan menjadi teladan. Saatnya generasi muda tampil dengan kapasitasnya yang unggul.
UPIDA MARNESI MAUNARY
Mahasiswa STT Getsemani
Selamat untuk ulang tahun Kabupaten Kutai Barat. Semoga generasi muda Kubar menjadi generasi yang kreatif.
Untuk kemajuan dan pertumbuhan kreatifitas generasi muda, kita perlu mengembangkan pendidikan berbasis filsafat eksistensialisme. Pada dasarnya, pendidikan eksistensialisme itu mendorong individu untuk memiliki jalan berpikir mengenai kehidupannya, memahami makna-makna kehidupan, kebenaran-kebenaran umum. Filsafat eksistensialisme menekankan pilihan-pilihan kreatif, subyektifitas pengalaman dan tindakan konkrit dari keberadaan manusia atas sesamanya. Kemajuan generasi muda sangat ditentukan oleh pendidikan seperti itu.
Berbicara mengenai kreatifitas, para pemuda harus mempunyai kreatifitasnya sendiri. Jangan sekedar ikut-ikutan atau ikut arus yang ada, namun harus bisa mempunyai gagasan-gagasan sendiri yang kreatif. Untuk itu, kreatifitas harus senantiasa diasah. Pendidikan seharusnya senantiasa mengasah kreatifitas tersebut.
Untuk menjadi kreatif, generasi muda juga harus selalu belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain. Pengalaman-pengalaman diri sendiri juga harus selalu diselidiki dan evaluasi sehingga mendorong kreatifitas untuk masa depan. Pengalaman hidup tentunya ada yang pahit dan ada yang manis. Baik pengalaman yang bagus maupun yang buruk harus dijadikan motivasi untuk menjadi kreatif. Pengalaman buruk tidak boleh menjerumuskan kita pada penyesalan, ketakutan, dan keputusasaan. Justru pengalaman buruk menjadi bahan kajian untuk menjadi lebih baik lagi. Di situlah proses kreatif itu berkembang.
LAMBERT HERLAN ERARY
Mahasiswa STT Tawangmangu
GENERASI INOVASI: RENUNGAN UNTUK KAUM MUDA KRISTEN.
Sejarah pelayanan kaum muda Kristen dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki gagasan besar dan memanfaatkannua dalam konteks lokal, tetapi tidak menyaksikan gagasan itu tersebar lebih jauh dari lingkungan mereka sebelum gagasan itu menjadi sesuatu yang bermanfaat di tempat mereka berada. Gagasan yang dimaksud adalah yang Allah berikan kepada setiap anak muda untuk berdiri sebagai generasi inovasi yang membawa atau memasukkan hal-hal baru melalui segala macam potensi yang mereka miliki untuk diterapkan di setiap aspek kehidupan. Membarui dunia dengan pola pikir Kristus adalah tujuan utama generasi inovasi.
Sebagai orang muda, kita perlu merenung sejenak dan melihat tantangan globalisasi. Banyak generasi muda terjerumus, bahkan mewarisi gaya hidup dunia yang serba menawarkan kenikmatan belaka. Rusaknya moralitas dan keringnya semangat juang membuat generasi muda terbuang menjadi sampah masyarakat. Ini menjadi tugas siapa, sobat?
Bukankah suatu keharusan bagi kaum muda Kristen untuk memiliki visi besar guna menjawab masalah kemerosotan zaman ini? Atau, perlukah hati kita digugah dengan menhawab pertanyaan, apakah visimu bagi generasimu? Apakah bebanmu? Apakah tanggungjawabmu bagi kota di mana kamu berada?
Mungkin seharusnya kita kembali menyimak dan menghayati makna dari Firman Tuhan di dalam Kitab Yeremia 29:7, ”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”
Mengusahakan kesejahteraan kota atau pun daerah kita tidak hanya melalui doa dan puasa. Hal itu tentunya perlu, tapi tidak cukup kalau kita tidak mengembangkan kompetensi dasar kita sebagai ciptaan yang dikaruniai akal dan budi yang harus dipergunakan untuk memuliakan Tuhan di muka bumi. Generasi inovasi mengerti benar tanggung jawab ini, sehingga mereka mampu mewarnai lingkungannya dengan melakukan terobosan-terobosan di segala bidang.
Kamu perlu tahu…kotamu memerlukan seorang pelajar yang takut akan Tuhan. Kotamu memerlukan seorang karyawan yang takut akan Tuhan. Kotamu memerlukan seorang teknisi yang takut akan Tuhan. Kotamu memerlukan seorang olahragawan yang takut akan Tuhan. Kotamu memerlukan seorang bisnisman yang takut akan Tuhan. Dan yang pasti, kotamu membutuhkan kamu. Jangan hanya mau dilayani, tetapi hendaklah melayani orang lain. Kita memberikan apa-apa yang menjadi kelebihan kita. Kamulah orangnya…Allah memerlukanmu! GBU ALL.
DAVID SAMUEL SEMET
Mahasiswa STT Tawangmangu
”HIDUP”
Hidup adalah anugerah
Bersyukurlah karena kita hidup
Hidup adalah pilihan
Sperti apa hidupmu besok ditentuka dari apa yang engkau pilih hari ini
Hidup adalah kesempatan
Jangan pernah sia-siakan kesempatan, karena sekali engkau menyia-nyakannya maka engkau akan menyesal
Nikmatilah hidup dengan ucapan syukur
Maka engkau akan terus tersenyum
Pilihan untuk berbuat baik membuat engkau dihargai dan dicintai oleh sesama terlebih oleh Tuhan
Pilihan untuk berbuat jahat membuat engkau ditolak dan dibenci bahkan dihukum
Jika engkau mengerti bahwa hidup itu hanya sekali
Maka engkau tahu yang harus engkau lakukan
Engkau pasti akan melakukan hal-hal yang baik, berguna, bermanfaat, berdampak bahkan membawa engkau kepada kekekalan
Facebook: david_livia@ymail.com
YEHEZKIEL B. L. (EQI)
Mahasiswa STT Tawangmangu
Hi sobat muda, tau ga sich banyak temen kita yang bersekolah tinggi tapi ga punya goal atau tujuan hidup. Banyak dari mereka hanya sekolah dan sekolah tetapi ga punya tujuan hidup yang jelas. Buat mereka hidup itu ngalir aja seperti air, tanpa harus dipikirkan benar-benar and kita jalani hidup dengan apa adanya. Itulah hidup menurut mereka yang ga punya visi.
Kebanyakan mereka sekolah bukan karena ingin mengejar cita-cita atau mencapai satu target. Sekolah itu hanya sebuah formalitas. Yang penting mereka sama seperti anak-anak lain yang sekolah. Atau mereka sekolah karena ikut-ikutan teman atau orang lain. Atau, bisa juga biar ga dimarahin sama ortu di rumah. Itu sebenarnya sebuah konsep pemikiran yang salah banget, karena dari konsep itu membuat mereka hidup tanpa tujuan dan tanpa arah, sekedar ngalir kaya’ air. Sebenarnya mereka selama ini hanya buang-buang waktu begitu saja tanpa tujuan yang jelas dalam menggunakan waktu itu.
Pemikiran seperti itu harus diubah seratus persen. Pemikiran seperti itu membuat hidup kita akan selalu kosong, ga ada arti and waktu terbuang sia-sia. Parahnya lagi, uang-uang yang sudah ortu berikan untuk membiayai sekolah menjadi sia-sia, ga ada artinya sama sekali. Kasihan kan ortu yang uda biayain sekolah mahal-mahal tapi ga ada hasil apa-apa yang kita berikan buat mereka. Secara ga langsung kita uda ga hargai and hormati mereka sebagai orangtua. Dan, kita ga akan berguna bagi bangsa. Parah banget, kan?
Jadi, mulai sekarang, ayolah kita miliki suatu tujuan dalam kehidupan kita. Biar hidup ini menjadi berarti and semakin lebih hidup. Itu semua harus kita lakukan karena dengan demikian kita dapat mengerti arti hidup and otangtua menjadi senang. Dan, yang pentingnya lagi kita dapat berguna bagi bangsa dan negara. Dengan demikian kita menjadi berkat bagi orang lain sehingga pada akhirnya kita sendiri akan diberkati.
Facebook: eqinyong@ymail.com
E-mail: eqinyong@ymail.com
HANNA NUGRAHA
Mahasiswa STT Tawangmangu
Anak muda sebenarnya memiliki banyak potensi luar biasa. Sayangnya mereka sering tidak menyadari adanya pitensi tersebut. Jika potensi-potensi itu digali dan dikembangkan maka anak muda bisa memberi dampak bagi orang-orang lain.
Perasaan tidak memiliki potensi itu disebabkan karena emosi anak muda yang masih labil. Karena itu anak muda harus selalu disemangati untuk jangan merasa rendah. Bahkan anak muda sebenarnya bisa menjadi teladan dalam perkataannya dan perbuatan atau tingkah lakunya.
Pengaruh anak-anak muda sebenarnya besar sekali. Lengsernya Presiden Soeharti pada masa silam terjadi akibat para mahasiswa yang gencar melakukan demonstrasi. Jadi, anak-anak muda dengan gerakannya terbukti bisa membawa perubahan. Pemerintahan yang otoriter dirubah sedemikian sehingga sekarang menjadi lebih demokratis. Semua itu berkat peran aktif orang-orang muda.
Generasi muda Kutai Barat juga bisa melakukan kegerakan-kegerakan besar untuk kemajuan Kutai Barat. Apalagi di sana terdapat sumber daya alam yang berlimpah. Kiranya anak-anak muda menjadi kreatif untuk memanfaatkan sumber-sumber daya itu, mengelolanya, dan menjadikan kemakmuran rakyat.
Jangan sampai anak-anak muda justru melakukan perbuatan-perbuatan menyimpang yang merusak dan membuat onar. Bangkitlah bagi daerahmu dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Generasi muda bisa melakukan itu karena pada prinsipnya Tuhan menciptakan manusia segambar dengan diri-Nya. Jika kita kembali mendekat pada-Nya maka kemuliaan itu diberikan pada kita kembali.
Kontak: lihana_grace@yahoo.com
YOAN JESSICA HERMAWAN
Mahasiswa STT Tawangmangu
JADILAH GENERASI BERDAMPAK
Sebagai generasi muda, jangan pernah sia-siakan masa muda kita dengan melakukan hal yang sia-sia. Sebab dengan apakah kita dapat mempertahankan sikap, pola hidup, dan kelakuan kita untuk tetap baik di mata Tuhan dan orang lain (masyarakat), yaitu dengan melakukan hal-hal yang positif yang berdampak positif.
Jadikanlah Kutai Barat sebagai kota yang tidak hanya dikenal dengan tanah yang subur, kaya akan hasil hutan dan batu bara, namun juga dikenal dengan orang-orang yang berpotensi untuk membangun. Kutai Barat juga akan dikenal dengan generasi mudanya yang hebat.
Bagaimana orang-orang muda dapat menjadi generasi yang berdampak? Pertama, memperhatikan bagaimana kita hidup. Janganlah menjadi orang bebal, yaitu orang yang mempunyai potensi namun bermalas-malasan dan membuang waktu sia-sia. Tidak mengembangkan potensi yang ada. Jadilah arif, yaitu melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain, bagi daerahnya, bagi masyarakatnya.
Kedua, memperhatikan soal penggunaan waktu. Dunia telah menawarkan hal-hal yang membuat anak muda menjadi tidak baik. Mereka menghabiskan waktu untuk nonton film porno, narkoba, seks bebas. Anak muda yang tidak mau ikut arus dianggap ”kuper” (kurang pergaulan). Jadilah arif dalam menggunakan waktu.
Ketiga, mendekatkan diri pada Tuhan. Jika kita mengandalkan Tuhan maka Dia akan memampukan kita sehingga dapat memaksimalkan hidup dan mengelola waktu dengan baik.
Dengan melakukan hal-hal di atas maka generasi muda akan memberi dampak yang positif. Pengaruh positif itu terjadi karena anak muda bisa menjadi teladan yang baik di tengah kehidupan masyarakat yang semakin bobrok.
EFE NURSITA
Mahasiswa STT Tawangmangu
Generasi muda merupakan kekuatan tersendiri bagi sebuah negara. Mereka adalah orang-orang yang bersemangat yang seharusnya mampu berdiri untuk menegakkan keadilan. Mereka juga bisa membawa dampak positif bagi masyarakat di daerahnya. Apalagi bekal pendidikan di bangku sekolah dan kuliah, seharusnya memampukan mereka untuk membangkitkan bangsa.
Karena itu generasi muda janganlah berdiam diri. Bangkitlah dan berikan dampak positif bagi bangsa dan negaramu. Berikanlah pengaruh positif melalui potensi dan semangatmu.
Generasi muda di mana saja, termasuk di Kutai Barat perlu menyadari bahwa pergaulan yang buruk bisa merusakkan kebiasaan yang baik. Kejatuhan anak muda dalam HIV/AIDS, drug, kriminalitas seringkali bermula dari pergaulan yang buruk. Karena itu kita harus bisa menimbang-nimbang mana yang baik dan mana yang buruk. Jangan mau mempersingkat umur dengan cara yang sia-sia seperti mengkonsumsi narkoba atau obat-obatan terlarang. Jangan mau mengubur cita-cita atau impian hanya karena keinginan untuk mencoba-coba hal-hak yang tidak baik. Masa depan kita ditentukan pada masa muda yang dijalani sekarang, Kesuksesan atau kesengsaraan ditentukan oleh kiprah orang muda pada masa sekarang.
Ada tiga hal yang tidak bisa dipilih oleh manusia, yaitu lahir di mana, jenis kelaminnya apa, dan siapa orangtuanya. Karena itu, generasi muda harus bertumbuh dalam tiga hal pula. Pertama, menjadi berkat bagi daerahnya. Kedua, berkembang maksimal sesuai kodratnya dan SDMnya. Ketiga, menghormati orangtua. Jika demikian maka generasi muda akan memberikan dampak positif bagi orang-orang lain, tidak sekedar hidup untuk kepentingannya sendiri.
YANTI WIJAYA
Mahasiswa STT Tawangmangu
Salam kenal buat temen-temen yang di Kutai Barat. Walau jarak kita jauh dan dipisahkan oleh laut, tetapi kita tetap sama-sama pemuda-pemudi Indonesia. Sebagai anak-anak muda yang masih sehat dan kuat, mari kita jalani hidup ini dengan semangat. Janganlah putus asa dan andalkanlah Sang Pencipta. Hanya dengan begitulah kita bisa menjadi orang-orang yang sukses.
Orang-orang sukses selalu dicari-cari. Orangtua sendiri, keluarga kita sendiri juga akan merasa bangga memiliki anak yang hidupnya berhasil. Jika di masa muda saja sudah berkembang, pasti ke depannya akan semakin luar biasa dan berhasil.
Jangan menunggu tua untuk meraih keberhasilan. Perjuangan yang sungguh-sungguh bukan tidak mungkin akan membuahkan kesuksesan yang kita perloleh sejak sekarang, sejak kita masih belia. Karena itu jangan sia-siakan waktu, sekedar nonton tv seharian, ngegosip, shopping, main internet yang sia-sia sampai subuh, dan sebagainya. Penyesalan di kemudian hari takkan berarti.
Generasi muda perlu juga belajar dari orang-orang yang telah sukses, para senior yang sudah berhasil dalam kehidupannya. Salah satu kunci kesuksesan adalah memiliki mimpi. Dengan mimpi itu, kita melancarkan usaha, jadi enggak sekedar berhenti sampai pada mimpi saja. Tetapi, mimpi dan usaha saja tidak cukup. Kita harus mengandalkan Tuhan sebab Dialah yang berdaulat atas kehidupan ini.
Oke, majulah terus dan tetap semangat!
Hidup generasi mudaku!
Hidup Indonesiaku!
JEANETTE ANGLE P. DUWIE
Mahasiswa STT Tawangmangu
Berbagai fenomena yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan dengan jelas bahwa hari-hari yang kita lalui semakin jahat. Kriminalitas semakin meningkat tajam. Setiap orang mementingkan dirinya sendiri-sendiri.
Di tengah kondisi kehidupan semacam itu, hendaknya generasi muda merenungkan tujuan hidupnya. Untuk apa teman-teman muda ada di tengah bangsa ini? Pernahkah pula teman-teman merenungkan untuk apa Tuhan menciptakan kita?
Jika kita menjalani hidup tanpa mengerti apa tujuan hidup kita, sebenarnya hidup kita sia-sia semata. LEBIH BAIK SESEORANG MATI DENGAN SATU ALASAN, DARIPADA DIA HIDUP DI DUNIA TANPA SATU TUJUAN.
Setiap manusia diciptakan oleh Sang Pencipta sebagai pribadi unik. Tidak ada satu manusia pun di dunia ini yang sama persis. Sang Pencipta begitu kreatif ketika membentuk dan menenun kita dalam kandungan ibu kita. Bahkan sebelum kita ada (diciptakan), Tuhan sudah mengetahui dan merencanakan sesuatu di dalam kehidupan kita. Hanya saja seringkali kita tidak mengerti apa kehendak Yang Maha Kuasa di dalam hidup kita ini.
Kalau kita sadar bahwa kita diciptakan oleh Tuhan sebagai pribadi yang unik maka kita seharusnya kita pun menyadari bahwa masing-masing kita pasti diberi tugas-tugas khusus oleh Tuhan. Selama hidup di bumi ini kita pasti diberi tugas khusus. Itulah visi atau panggilan hidup.
Anak muda paling senang mengatakan ”I love you”. Sebenarnya love itu bukan hanya untuk pasangan kita atau kekasih kita. Tetapi juga untuk semua sesama kita, untuk masyarakat. Itulah tujuan hidup kita. Itulah rencana Tuhan. Yaitu supaya kita mengasihi sesama manusia.
Ketika kita mengerti tugas khusus yang diberikan Sang Pencipta, kita akan terdorong untuk melakukan tugas itu. Kita tidak perlu menuntut orang lain. Kitalah yang harus memulai sekarang juga. KALAU BUKAN SEKARANG, KAPAN LAGI, KALAU BUKAN SAYA, SIAPA LAGI.
Tetaplah berjuang! Jangan putus asa!
JEFRY TAMBINGON
Mahasiswa STT Tawangmangu
There is no success without successor. Pepatah ini sangat tepat dan benar-benar amazing jika bukan hanya sekedar menjadi semboyan atau slogan. Karena, memang benar bahwa tidak mungkin ada sukses jika tanpa ada para pendahulu sukses alias para senior yang sudah berhasil hidupnya.
Faktanya dan sayangnya, justru banyak kegagalan generasi terdahulu yang ditiru oleh generasi muda sekarang ini. Jadi, generasi kita yang lebih buda malah lebih buruk hidupnya dari buyut-buyut kita (older generation). Hal-hal yang jelek atau buruk memang lebih “enak” dan “gampang” untuk ditiru dari pada hal-hal yang baik.
Itulah yang terjadi atas kehidupan manusia sehingga semakin hari semakin jahat. Manusia semakin berdosa. Dari generasi ke generasi, perilaku dosa semakin berkembang. Manusia tidak semakin baik namun semakin bobrok.
Jika proses semacam itu berlanjut terus, pewarisan hal-hal buruk, apa yang akan terjadi atas bangsa kita? Lama-kelamaan bangsa ini akan semakin jahat. Korupsi, kriminalitas, dan bermacam-macam kebobrokan semakin menjadi-jadi. Akhirnya bangsa ini hanya dikenang dan dikenal dengan kejahatannya.
Cara untuk memutus pewarisan jahat seperti itu adalah membangkitkan generasi yang berani tampil beda. Kalau kita sadar bahwa generasi sebelum kita jahat maka hendaknya kita jangan mau meniru. Jadilah berbeda. Jadilah lain. Jadilah baru. Semangat untuk berubah, untuk menjadi the better harus menjadi daya dorong hidup kita.
Jika generasi muda memiliki visi seperti itu maka generasi muda akan menjadi pengubah kehidupan masyarakat (transformator). Transformasi tidak akan terjadi jika tidak ada para transformator. Jadilah pengubah-pengubah dunia. Raihlah masa depanmu.
E-mail & facebook: jay3888@ymail.com
FILIA YORDAN
Mahasiswa STT Tawangmangu
Sebagai generasi muda, kita harus memelihara semangat hidup. Jangan sampai kita kehilangan sukacita dalam arti sukacita yang positif, bukan ”sukacita duniawi” yang negatif.
Sukacita yang positif akan mendorong kita bangkit. Kesedihan dan kemurungan akan menjadikan kita malas dan pasif, tidak berbuat apa-apa. Kemalasan akan membuat kita menyia-nyiakan waktu yang sebenarnya sangat berharga.
Untuk teman-teman di Kutai Barat, generasi muda perlu peka dengan lingkungan hidup sebab Tuhan telah menganugerahi dengan sumber daya alam yang hebat. Seringkali masyarakat kita tidak arif sehingga justru berbuat jahat menghancurkan lingkungan. Mereka menebangi pohon seenaknya untuk kepentingan sendiri. Akibatnya alam menjadi rusak, tanah-tanah longsor, banjir di mana-mana. Kesadaran akan lingkungan harus semakin ditingkatkan.
Kepekaan pada lingkungan itu juga mencakup lingkungan sosial, yaitu masyarakat, bangsa, dan negara. Generasi muda harus bertumbuh dalam semangat kebangsaan. Sebab rasa cinta bangsa dan tanah air semakin hari sudah semakin merosot. Padahal generasi muda adalah tumpuan harapan masa depan bangsa Indonesia.
Supaya bisa menjadi generasi yang peka terhadap lingkungan sekitar, kita harus bertumbuh lebih dulu menjadi manusia yang arif. Ciri orang yang arif adalah mempergunakan waktu dengan baik. Dengan sadar akan waktu maka kita akan memakai waktu-waktu yang ada untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Sebenarnya anak-anak muda sangat potensial untuk berbuat sesuatu bahkan melakukan perkara-perkara besar yang membari dampak besar bagi kemajuan bangsa.
E-mail & facebook: filiayordan@gmail.com
EMI NURIA
Usahawati, tinggal di Yogyakarta
Saya mengucapkan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Kutai Barat. Semoga semakin maju dan berkembang. Khusus untuk seni dan budaya Kutai Barat semoga semakin berkembang pula dan lestari.
Saya prihatin karena anak-anak muda sekarang sering sudah melupakan kesenian daerah. Mereka lebih gandrung dengan dunia hiburan Barat dan menganggap bahwa kesenian daerah lebih rendah dan terbelakang. Sebenarnya pandangan itu tidak benar. Sebab, seni budaya lokal sebenarnya mengandung pelajaran-pelajaran kehidupan yang bagus sekali. Hanya saja tidak dikenal karena kurang digali.
Masalahnya, generasi yang lebih tua terkadang juga kurang peduli dengan seni budaya daerahnya. Sebagai contoh, di Yogyakarta tidak banyak orang yang peduli dengan seni budaya Yogya. Apalagi generasi mudanya.
Karena itu sangat penting untuk membangkitkan kembali rasa cinta terhadap seni budaya daerah. Pembuatan album lagu etnis Dayak ”Rijok Kenangan” adalah langkah yang sangat bagus untuk membangkitkan rasa cinta terhadap seni dan budaya daerah Dayak dan Kutai Barat. Semoga di masa-masa yang akan datang ada lebih banyak album-album lagu daerah seperti itu. Pemerintah Daerah sebaiknya juga mendukung usaha-usaha pembuatan album-album seperti itu.
HERY CIU
Mahasiswa STT Getsemani
Berpendidikan sebenarnya bukanlah hal yang susah jika kita memiliki tekad dan fokus kepada apa yang ingin kita raih. Oleh karena itu, sebagai orang yang berpendidikan tentunya ada jalur-jalur yang harus dilewati. Di jalur formal ada jenjang-jenjang SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Jalur-jalur dan jenjang-jenjang itu menuntut kita untuk berjuang secara tekun dengan tetap fokus pada hasil akhir yang ingin diraih.
Rakyat Indonesia dapat dikatakan beruntung karena sekaran mulai dapat menikmati pendidikan gratis walaupun masih pada tahap yang minim dan mencakup jenjang tertentu saja. Bahkan tidak banyak menghibur karena kenyataannya tidak berjalan secara maksimal.
Berpendidikan memang bukan hal yang murah. Tetapi dengan tekad dan fokus pada apa yang kita targetkan, maka tidak ada yang mustahil untuk kita raih. Untuk benar-benar bisa mencapai target maka kita perlu memiliki visi dan perencanaan. Baik individu, pemerintah daerah, dan Pemerintah RI harus kuat dalam visi dan perencanaan pendidikan.
Hal yang pertama-tama harus dilakukan sebelum membuat perencanaan adalah menentukan visi itu sendiri. Selanjutnya perlu diterjemahkan dalam perencanaan-perencanaan yang matang dan sistematis.
Jika daerah ingin maju maka visi, perencanaan, dan sistem pendidikannya harus dikembangkan secara maksimal. Masa depan kita sangat ditentukan oleh kesuksesan kita di dalam berpendidikan.
SESIL-ADJAH
Anak Sala-3, kuliah di Jogja
Halo mua!!! Pengin banget nie dikit ngasih pendapat ni ya… Kita smua tu buang sampah jangan sembarangan cz selaen g’ enak diliat juga gal itu bisa bikin penyakitan, teman! Makanya mari kita buat bangsa ini jauh lebih bersih, ya…. Paling ga di daerah kita masing-masing aja dululah…. Ga usah muluk-muluk.
Trz satu lagi…. Jaga perdamaian di bangsa ini. Sebagai anak muda, jangan ikut-ikutan hal-hal yang negatif, misalnya aja tawuran (hayoo… sp yang suka tawuran?? J Mz… Mb… (he he… karena sy orang Jawa, jadi gpp kan manggil begitu??)… hal itu sangat merugikan negara, masyarakat, keluarga, dan kita sendiri luw?
Pertama, merugikan bangsa dan negara, sebab bakalan dicap sama negara laen klu Indonesia tu bangsa yang g’ bisa damai… (ih…emah mau??). Apalagi Indonesia juga dicap sebagai negara teroris. Wah…wah…wah…kacian bangsa kita. M’kna kita harus damai!
Kedua, diri sendiri pasti sakit bgt kalo dipukulin. M’kna g’ usah tawuran!! Okey… Nie sy khususin buat orang yang demen bgt sama berkelahi. Ho…ho…pikirin mtg2 ya!!! Dan bertobatlah nak!!! Masih ada harapan….
ENY PALUPI
Pengamat Musik dan Entertainment (foto: nomor tiga dari kanan)
Adalah mustahil bagi manusia untuk hidup tanpa musik. Di mana saja kita bisa mendengar musik. Di rumah, di mall, di tempat kerja, di mobil, di mana-mana musik diperdengarkan. Musik sudah menjadi bagian integral dalam kehidupan insan manusia.
Karena itu sangat penting untuk kita semakin banyak menciptakan musik-musik yang berkualitas tinggi. Apa saja jenis musik itu, apakah itu pop, rock, jazz, klasik, etnik, atau lainnya, harus dibuat dengan kualitas tinggi. Musik berkualitas akan memberi dampak bagi kemajuan kehidupan. Melodinya dan liriknya akan memberi inspirasi, membangkitkan semangat, menghibur mereka yang sedih, dan menyemangati mereka yang sedang berjuang meraih masa depan.
Dengan demikian, musik se bagai entertainment mempunyai dampak sangat positif jika digarap, dikreasi, dan disajikan dengan kualitas tinggi. Saya sangat mendukung para musisi dan entertainer yang mempunyai greget untuk berkarya maksimal. Salut buat adik-adik yang menggarap album ”Rijok Kenangan”. Itu benar-benar sebuah terobosan untuk membangkitkan musik etnik. Semoga makin banyak album-album serupa yang semakin hebat. God bless!